Kesempatan

Kau dulu sering bertanya apakah kau punya kesempatan? Menurut orang tua ini, kalian berdualah yang justru tidak pernah berani membuat kesempatan itu. Betapa tidak beruntungnya. Kalian menyerahkan sepenuhnya kesempatan itu kepada suratan nasib. Tapi itu tidak buruk. Bukan sebuah kesalahan. Maka biarkanlah seperti itu selamanya. Andaikata takdir itu memang baik untuk kalian, maka akan ada sesuatu yang bisa membelokkan semua kenyataan. Tapi sepanjang sesuatu itu belum terjadi, maka seperti yang telah dibilang, tidak pernah ada mawar yang tumbuh di tegarnya karang.

~Sunset Bersama Rosie~

Selamat Pagi

Bagiku waktu selalu pagi. Di antara potongan dua puluh empat jam sehari, bagiku pagi adalah waktu paling indah. Ketika janji-janji baru muncul seiring embun menggelayut di ujung dedaunan. Ketika harapan-harapan baru merekah bersama kabut yang mengambang di persawahan hingga nun jauh di kaki pegunungan. Pagi, berarti satu hari yang melelahkan telah terlampaui. Pagi, berarti satu malam dengan mimpi-mimpi yang menyesakkan terlewati lagi; malam-malam panjang, gerakan tubuh resah, kerinduan dan helaan napas tertahan.

~Sunset Bersama Rosie~

Berhenti Bermimpi

Tuhan, aku telah lelah berjuang meyakinkan diri sendiri tentang hal indah yang akan menjadi bagianku.

Apakah kini aku harus rela mengikhlaskan diriku untuk menghentikan upayaku dan mengubur dalam-dalam keyakinanku ke dasar keputusasaan?

Dan Tuhan, apakah wajib bagiku untuk merasa dalam diam?
Itu sama saja dengan mengharuskanku berhenti bermimpi.